Skip to main content

Pacaran Gak Ya?

Asalamu'alaikum Saudariku muslimah
Masa remaja adalah masa yang sangat indah dalam perjalanan hidup manusia. Disaat itulah manusia mengenal rasa si merah jambu, atau biasa dikenal dengan si jatuh cinta. Setiap diri pasti merasa ketertarikan pada lawan jenis, serta merasakan hal-hal yang susah dijelaskan bagi mereka yang terjangkit dalam rasa yang biasa disebut cinta.
lalu bagaimana saudariku menjalani rasa Anugerah Alloh ini?
Apakah dengan pacaran?
Apakah benar hal itu?
hm...Tunggu sebentar saudariku
Pahamilah!!
Banyak sekali kerugian dalam hal yang bernama pacaran ini. Kerugian itu diantaranya?


  • Rugi Duit
coba perhatikan mereka yang sekarang dalam masa yang satu ini, yakni masa pacaran. Apa yang mereka lakukan ketika mereka melakukan kegiatan cinta mereka tersebut.
Apakah pergi Makan-makan, telepon-teleponan berjam-jam atau yang terlebih hebat lagi adalah memberikan hadiah yang super mahal buat si pacar
Renungkan...!!!
Benarkan. Lalu apa yang dirugikan dalam hal ini. Tentu jawaban sederhananya yaitu Duit Alias Uang.
Coba renungkan, berapa rupiah mengalir ketika harus jalan berdua lalu makan-makan berdua direstoran mahal atau mungkin bagi yang keuangannya miris atau modalnya pas-pasan, hanya mampir warung-warung pinggir jalan. Dan kesemuanya tentu yang dibutuhkan ya Duit. alias uang.
Belum cukup itu, setiap hari mesti teleponan, mesti BBm, chating atau apalah fasilitas serba modern untuk sekedar say helo untuk si dia. Dan hal ini tentu saja si pulsa harus siap sedia. Pulsa tentunya gak gratis, alias berbayar kan, kecuali kalau operatornya lagi baik hati memberi layanan gratis he...
Dan satu lagi, ketika moment yang penting untuk sang pacar, yaitu masa ulang tahunnya. Apa yang sebaiknya dilakukan olehmu yang sedang terjangkit virus yang satu ini yaitu virus yang gak lain adalah virus cinta. hm.. itu tak lain mesti memberikannya kado spesial yang tak terlupakan untuk si dia. Dan lagi-lagi semua butuh duit atau uang untuk memberikan hadiah tak terlupakan untuknya.
hm.. jadi jelaskan saudariku muslimah, pacaran itu teramat merugikan. Terutama satu menyangkut hal finansial, alias keuangan.

Rugi Waktu

Ketika seseorang sedang dalam masa ini, coba renungkan hal apa lagi yang sering di habiskan ?
ya Benar
Jawabannya waktu
Banyak orang ketika jatuh cinta, maka ia akan sering berandai bahwa dunia milik mereka berdua. Mereka merasakan tak ada mahluk di muka bumi ini kecuali mereka berdua. Dan mereka tak menyadari bahwa setiap detik yang mereka korbankan untuk berdua, terkadang mengorbankan segalanya. Dan salah satunya yaitu mereka mengorbankan waktu belajar untuk mereka yang sedang dalam bangku pendidikan.
Coba pahami berapa lama belajarmu sehari dibanding masa pacaran yang kamu kerjakan. Apakah itu tiga puluh menit hanya untuk belajar, dan seharian itu pacaran. Dan itu yang menjawab adalah kejujuran diri sendiri. 
Tapi jangan pula berkata bahwa pacaran membangkitkan rasa semangatmu dalam belajar Mungkin bagi kamu yang merasakan awal pacaran sih, bisa dikatakan ya, tapi ketika masa pacaranmu sudah kadarluarsa atau membosankan apa masih kau merasakan semangat itu. Coba renungkan.
Banyak waktu yang dikorbankan dalam pacaran. Waktu belajarmu, waktu meraih prestasimu. waktu menuju suksesmu Bahkan mungkin waktu bersama keluargamu tercinta. Renungkanlah saudariku.

Rugi Perasaan
Yang namanya pacaran, pasti pernah merasakan yang namanya perasaan. Kalau pacaran tak pakai perasaan itu disebut apa ya. hm.. entahlah tanya saja kepada orang yang sedang menyebut dirinya pacaran.
Perasaan yang kamu rasakan tentu amatlah besar untuk pasanganmu. Dan bagi orang yang telah mengalami saat pacaran ini, jujur saja, pasti kamu sering juga merasakan yang bernama curiga. Lalu saat itu apa yang senantiasa kau alami. hm.. tentu saja jawaban sederhana yaitu was..was
Setiap saat selalu bertanya
lagi apa?
Sedang apa?
dengan siapa?
Dimana?
Dan ketika pertanyaan itu belum dijawab oleh pasanganmu, maka was was menghampirimu. Sering kali kamu berpikiran buruk, dan curiga terhadap pasanganmu. Dan tentu saja hal itu membuatmu terluka secara batin dan membuat perasaanmu amat tersiksa. Hal ini tentu jelas membuat diri, Rugi dalam perasaan.


Rugi Kesucian’
Yang ini khusus buat wanita. Yang nama pacaran, jangan ragukan lagi tentu saja dekat dengan perzinahan. pernah mendengar kalimat itu?
jika ya maka kau memang orang berilmu saudariku.
jika belum pahamilah ini
setiap yang bernama pacaran. Pasti wajib mengadakan waktu berduaan, untuk saudariku muslimah yang dalam masa ini, ketahuilah hal ini sungguh sangat berbahaya. Ingat hadis Nabi Muhamad Saw


ا يخلون أحدكم بامرأة فإن الشيطان ثالثهما
“Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.”(HR. Ahmad 1/18, Ibnu Hibban [lihat Shahih Ibnu Hibban 1/436], At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awshoth 2/184, dan Al-Baihaqi dalam sunannya 7/91. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah 1/792 no. 430)
ketika apa yang tak harus terjadi, maka terjadilah, dan hal yang sangat berharga untukmu wahai wanita hilang sudah.


Rugi Karena Kehilangan Kesempatan Untuk Dekat Dengan Allah
Dari kerugian-kerugian yangdiisebutkan diatas dijamin telah kehilangan kesempatan untuk dekat dengan Allah.
-Waktu  telah tersita,padahal kita bisa melakukan untuk mempelajari ilmu agama,dll
-Duit  telah tersita, padahal kita punya kesempatan untuk bersedekah pada banyak orang miskin dan fakir.
-Perasaan anda telah tersita, padahal perasaan kita seharusnya senantiasa cinta hanya pada Allah dan RasulNya.
-Kesucian anda  ternodai, padahal  seharusnya kesucian itu untuk pasangan yang halal kita kelak

dan sekarang apa ada kerugian lainnya. Tentu saja banyak.. Dan temukanlah


وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS.Al Israa. ayat 32).
Pacaran itu sangat dekat dengan perzinahan

Comments

Popular posts from this blog

AKHIRAT, TEMPAT TINGGAL MANUSIA YANG SEBENARNYA

Banyak orang yang mengira bahwa mungkin saja menjalani kehidupan yang sempurna di dunia ini. Menurut pandangan ini, hidup yang bahagia dan menyenang-kan dicapai melalui kelimpahan materi, yang bersama dengan sebuah kehidupan rumah tangga yang memuaskan dan pengakuan atas status sosial seseorang umumnya dianggap sebagai asas bagi kehidupan yang sempurna. Namun menurut cara pandang Al Quran, suatu "kehidupan yang sempurna" yaitu, kehidupan tanpa masalah adalah mustahil di dunia ini. Ini semata karena kehidupan di dunia memang sengaja dirancang untuk tidak sempurna. Akar kata bahasa Arab bagi 'dunia' dunya mempunyai sebuah arti penting. Secara etimologis, kata ini diturunkan dari akar kata daniy, yang berarti "sederhana", "remeh", "rendah", dan "tak berharga". Jadi, kata 'dunia' dalam bahasa Arab secara inheren mencakup sifat-sifat ini. Ketidakberartian kehidupan ini ditekankan berkali-kali p...

Profesor ahli saraf (Neurosains) Masuk Islam Setelah Meneliti Keajaiban Sujud

R. FIDELMA O’Leary mendapatkan penghargaan Woman of Spirit tahun 2012. Ia adalah seorang Professor Biologi di Universitas St. Edward di Austin, Texas, AS. Wanita asli Texas yang berprofesi sebagai Professor Neurosains di Universitas Texas ini, telah menemukan kedamaian dalam islam. Dr Fidelma, yang juga sebagai seorang Dokter Neurologi di sebuat rumah sakit di AS, terpukau ketika melakukan kajian terhadap syaraf-syaraf di otak manusia. Satu hal yang membuat dia terpukau adalah ketika mengetahui bahwa terdapat beberapa urat syaraf manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah agar bisa berfungsi secara normal. Setelah mengadakan penelitian dengan seksama dan memakan waktu yang lama, Dr Fidelma akhirnya mendapati kenyataan bahwa urat-urat syaraf di otak itu tidak dimasuki darah kecuali bila seseorang sedang shalat, yakni ketika posisi sujud! Ternyata urat syaraf itu memerlukan darah hanya beberapa saat saja, yakni ketika s...

Sifat-Sifat Nabi Muhammad SAW

Fisik Rasulullah Ya'kub bin Sufyan Al-Faswi dari Al-Hasan bin Ali ra. berkata Pernah aku menanyai pamanku (dari sebelah ibu) Hind bin Abu Halah, dan aku tahu baginda memang sangat pandai mensifatkan perilaku Rasulullah SAW, padahal aku ingin sekali untuk disifatkan kepadaku sesuatu dari sifat beliau yang dapat aku mencontohinya Dia berkata : Adalah Rasulullah SAW itu seorang yang agung yang senantiasa diagungkan, wajahnya berseri-seri layak bulan di malam purnamanya, tingginya cukup tidak terialu ketara, juga tidak terlalu pendek, dadanya bidang, rambutnya selalu rapi antara lurus dan bergelombang, dan memanjang hingga ke tepi telinganya, lebat, warnanya hitam, dahinya luas, alisnya lentik halus terpisah di antara keduanya, yang bila baginda marah kelihatannya seperti bercantum, hidungnya mancung, kelihatan memancar cahaya ke atasnya, janggutnya lebat, kedua belah matanya hitam, kedua pipinya lembut dan halus, mulutnya tebal, giginya putih bersih dan jarang-jarang, di dadanya ...