Skip to main content

Kepercayaan


Hari ini mari mensharing tentang kepercayaan.
Kepercayaan ialah rasa yakin terhadap sesuatu yang di rasakan benar, jauh dari prangska buruk ataupun curiga.
Kepercayaan merupakan satu sikap yang sangat susah diberikan oleh seseorang kepada yang lainnya. Kepercayaan akan melalui berbagai proses untuk bermetamorfosis menjadi yang di yakinkan. Akan butuh waktu lama. Akan butuh masa-masa sulit serta tahap-tahap pengujian, hingga rasa kepercayaan itu muncul dengan sendirinya.
Kepercayaan adalah salah satu sikap Baginda Nabi Muhamad Shallahu'alaihiwassalam. Beliau terkenal dengan 4 sifatnya yang mulia yaitu sidiq yang berarti benar, Fatonah yang berarti cerdas, Tablig yaitu menyampaikan dan terakhir yaitu Amanah, yang berarti benar-benar bisa terpercaya. Dan Nabi Muhamad Shallahua'alihiwassalam ialah hamba Alloh yang sangat terpercaya.
Beliau terpercaya dalam segala urusan. Bahkan sebelum menjadi Seorang Rasul pilihan Alloh pun beliau telah memiliki gelar Al-Amin yakni Dapat dipercaya.
Sungguh indah apapun akhak yang ada pada beliau. Allahumma shali 'ala Muhamad. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad.
Sekarang bagaimana dengan kita umatnya.
Apakah sudah kita menjadi orang yang terpercaya?
Yang bisa menjawab hanya hati nurani yang senantiasa akan selalu jujur tentang bagaimana akhlakmu sebenarnya.
Mari menjadi umat nabi yang meneladani sikap beliau, yaitu dapat dipercaya (AMANAH)

Comments

Popular posts from this blog

10 Akhlak Yang Harus Dimiliki Muslim/Muslimah

  (1). Tidak menyakiti orang lain. “Orang Muslim adalah orang yang ingin Muslim lainnya selamat dari (keusilan) lidah dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah atas dirinya” H.R. Al-Bukhari dari Abdullah bin Amru. (2). Menyingkirkan benda menyakitkan dari jalan. “Iman itu ada tujuh puluh sekian atau enam pulih sekian cabang. Yang paling utama adalah ucapan laa ilaaha illallaah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan benda dari jalanan dan malu termasuk cabang keimanan.” H.R.Muslim dari Abu Hurairah r.a. Mneyingkirkan benda yang menyakitkan dari jalan adalah salah satu bentuk manifestasi dzikir yang bisa menjauhkan manusia dari api neraka. 3). Malu. Malu adalah perhiasan wanita yang paling indah dan elok, bahkan merupakan sebagian dari iman dan Nabi SAW sendiri pun terkenal sangat pemalu. Hal ini karena malu menganjurkan kebaikan dan menghindarkan keburukan. Malu mencegah kealpaan untuk...

Mamfaat kurma Menurut Rasulullah

Dalam satu riwayat Rasulullah ﷺ bersabda, خَيْرُ تَمْرِاتِكُمْ البَرْنِيُّ يُذْهِبُ الدَّاءَ “Sebaik-baiknya kurma kalian adalah al-barniy yang dapat menghilangkan penyakit.” Dalam riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu : الْبَرْنِيُّ دَوَاءٌ لَيْسَ لَهُ دَاءٌ “Al-Barniy adalah obat yang tidak ada penyakit di dalamnya.” Dalam riwayat dari Nabi ﷺ: أَطْعِمُوْا نِسَاءَكُمُ التَّمْرَ، فَإِنَّ مَنْ كَانَ طَعَامَهَا التَّمْرُ خَرَجَ وَلَدُهَا حَلِيْمًا. “Berilah makan istri-istri kalian dengan kurma, karena barangsiapa yang makanan istrinya kurma, anaknya terlahir memiliki sifat sabar.” Adapun kurma ruthab maka itu makanan Maryam, seandainya Allah mengetahui ada makanan yang lebih baik darinya, pastilah Allah memberikan kepadanya. Allah Ta’ala berfirman : وَهُزِّيْ إِليْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكَ رُطَبًا جَنِيًّا.فَكُلِيْ. “Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu....

BEDA NABI DAN RASUL

Assalamu'alaykum Wr. Wb. "Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para Nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. 33:40) "Nabi-nabi itu adalah bersaudara yang bukan satu ibu, ibunya bermacam-macam, namun agamanya satu." (HR. AlSaikhan dan Abu Daud) Rasulullah Saw bersabda : 'Sesungguhnya aku mempunyai beberapa nama: Aku Muhammad, Aku Ahmad , Aku yang penghapus karena aku, Allah menghapuskan kekafiran, Aku pengumpul yang dikumpulkan manusia dibawah kekuasaanku dan aku pengiring yang tiada kemudianku seorang Nabipun.' (Bukhari dan Muslim, Kitab-ul-Fada'il, Bab: Asmaun-Nabi; Tirmidhi, Kitab-ul- Adab, Bab: Asma-un-Nabi; Muatta', Kitab-u-Asma in-Nabi, Al- Mustadrak Hakim, Kitab-ut-Tarikh, Bab: Asma-un-Nabi.) "Hubunganku dengan kenabian sebelumku seperti layaknya pembangunan suatu istana yang terindah yang pernah dibangun. Semuan...