Skip to main content

SELEPAS WAFATNYA RASULULLAH SAW


Rasulullah s.a.w. baru saja wafat, dan diriwayatkan ketika Sayyidina Ali Bin Abu Talib r.a meletakkan jasad baginda diatas tempat tidurnya, tiba-tiba terdengar suara ghaib dari penjuru rumah berseru dengan nada tinggi:” "Jangan kamu mandikan jenazah Muhammad, karena ia adalah orang yang suci lagi pula membawa kesucian!”Ali curiga terhadap suara itu seraya ia bertanya:
“Siapakah engkau?Bukankah Rasulullah menyuruh kami memandikannya.?Tiba-tiba terdengar suara ghaib yang lain berseru sebaliknya:
“Hai Ali!Mandikanlah Beliau!Suara ghaib yang pertama itu berasal dari suara iblis yang terkutuk karena dengki terhadap Muhammad s.a.w. dan ia bermaksud supaya Nabi Muhammad tidak dimasukkan kedalam liang kuburnya dalam keadaan dimandikan.”
Ujar Ali pula:”Semoga Allah membalas engkau dengan kebajikan dikala engkau memberitahukan,bahwa suara itu berasal dari iblis.Sekarang siapakah pula sebenarnya engkau sendiri?”
“Aku adalah Khidir.aku datang untuk menzirahi jenazah Muhammad s.a.w.”Jawab suara itu.
Kemudian Saiyidina Ali r.a pun memandikan jenazah Rasulullahs.a.w.sedang AlFadhal Bin Abbas dan Usamah Bin Zaid r.a menimbakan air dan malaikat Jibril datang membawa harum-haruman dari syurga. Mereka mengapani dan menguburkan beliau di rumah Siti Aishah pada malam Rabu dan ada yang mengatakan pada malam Selasa.
Kewafatan baginda telah menyebabkan kesedihan yang besar dikalangan seluruh ummat, lebih-lebih lagi para sahabat yang terdekat. Kata-kata yang dilahirkan oleh para sahabat setelah mengetahui kewafatan beliau amatlah mengharukan.
Seketika membuka kain selubung yang menutupi wajah Rasulullah yang baru saja wafat,Syaidina Abu Bakar AsSiddiq berkata dengan penuh terharu:
“Demi ayah dan ibuku!Alangkah indahnya hidupmu dan alangkah indahnya matimu!Demi Allah!Sekali-kali tidak akan terkumpul dua kematian atas dirimu.Adapun mati yang telah ditentukan Allah bagimu,telah kau alami.Dan setelah itu takkan ada lagi kematian yang datang kepadamu untuk selama-lamanya!”
Lalu Hassan Bin Thabitr.a salah seorang sahabat Rasulullah S.A.W. yang seorang penyair Islam yang agung dizaman Rasulullah, telah menerima berita kewafatan baginda dengan berat sekali. Kesedihan yang dirasakannya dapat kita saksikan dari sebuah sajak yang ditinggalkan sejurus kewafatan Rasulullah:
“Duhai ,engkaulah biji mataku
Dengan kematianmu,
aku menjadi buta
tak dapat melihat
siapa yang ingin mati sepeninggalmu
biarlah ia mati pergi menemui ajalnya
Aku,hanya risau haru dengan pemergianmu…..”
Dan dari kesemua sahabatnya yang paling merasakan berat atas kewafatan baginda ialah kaum keluarganya yang terdekat seperti puteri baginda yang paling dikasihinya Siti fatimah serta isteri baginda terutama Siti Aisyah r.a.
Pernah suatu hari,Ummu Mukminin Siti Aisyah r.a bersenandung dengan suara teharu sambil berdiri dikubur Nabi s.a.aw. Katanya:
“Wahai insan yang tidak pernah memakai sutera
Yang tak pernah tidur diatas tilam yang empuk
Wahai insan yang keluar dari dunia dan perutnya
Tidak pernah kenyang dengan roti dan gandum
Wahai insan yang memilh tikar tempat tidurnya
Wahai insan yang berjaga sepanjang malam tanpa tidur’
Karena takut sentuhan neraka sa’ir…….”
Diriwiyatkan pula sepeninggal ayahnya, Siti fatimah Azzahra ubuhnya semakin kurus dan matanya membengkak karena menangis terus menerus,bahkan ia sering tidak sadarkan diri.  Kepada putera-puteranya ia selalu mengatakan:
“Mana dia ayah yang mencintai kalian itu?Aku tidak pernah lagi melihat dia membuka pintu ini.Kalian tidak akan pernah lagi naik keatas punggungnya seperti yang biasa kalian lakukan…”
Pohon yang biasanya mendapatkan kasih sayang itu ,semakin layu dan mengering………
Petikan dari Tuan Nazira

Comments

Popular posts from this blog

Sifat-Sifat Nabi Muhammad SAW

Fisik Rasulullah Ya'kub bin Sufyan Al-Faswi dari Al-Hasan bin Ali ra. berkata Pernah aku menanyai pamanku (dari sebelah ibu) Hind bin Abu Halah, dan aku tahu baginda memang sangat pandai mensifatkan perilaku Rasulullah SAW, padahal aku ingin sekali untuk disifatkan kepadaku sesuatu dari sifat beliau yang dapat aku mencontohinya Dia berkata : Adalah Rasulullah SAW itu seorang yang agung yang senantiasa diagungkan, wajahnya berseri-seri layak bulan di malam purnamanya, tingginya cukup tidak terialu ketara, juga tidak terlalu pendek, dadanya bidang, rambutnya selalu rapi antara lurus dan bergelombang, dan memanjang hingga ke tepi telinganya, lebat, warnanya hitam, dahinya luas, alisnya lentik halus terpisah di antara keduanya, yang bila baginda marah kelihatannya seperti bercantum, hidungnya mancung, kelihatan memancar cahaya ke atasnya, janggutnya lebat, kedua belah matanya hitam, kedua pipinya lembut dan halus, mulutnya tebal, giginya putih bersih dan jarang-jarang, di dadanya ...

Madu di dalam Alquran dan Hadis

Surat ke-16 dalam Alquran adalah An Nahl yang berarti lebah.   ''... Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.'' (QS An Nahl:69). Madu berasal dari sari bunga dan menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia. Sedangkan Alquran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa  sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Kemukjizatan madu sebagaimana disampaikan Alquran telah terbukti secara ilmiah. Dalam Tafsir Alquran, Sayyid Quthb mengungkapkan, madu sebagai obat penyembuh penyakit sudah dibuktikan secara ilmiah oleh para pakar kedokteran. Inilah salah satu bukti kebenaran ayat Alquran yang harus diyakni umat manusia. Sedangkan dalam Tafsir ...

Ketika Cinta Itu Dari Sahabat

Bukan Rahasia lagi, jika aku dan Andi adalah sahabat sejati. Semenjak aku duduk di kelas satu sekolah menengah Atas, ia mengalir saja menjadi sahabat. Awalnya aku tak bisa menyangka bahwa ia akan begitu akrab denganku. Ia seorang laki-laki dan aku perempuan, harusnya sebenarnya menjadi pasangan kata orang-orang, tapi nyatanya memang hanya sahabat. Jujur tak ada yang kusesali ia hanya sebagai sahabat. Aku nyaman ketika berada didekatnya. Jika ia sudah didekatku, maka aku tak akan pernah menyadari bahwa hari akan berakhir. Ia terus membuatku tersenyum setiap saat. Ada-ada saja tingkahnya yang aneh, serta cerita-ceritanya yang asik yang ia sampaikan dengan nada bicaranya yang hebat. Aku selalu berpikir, ia adalah pencerita kisah yang terhebat didunia ini. Tapi sayangnya ada yang tak kusangka terjadi akhir-akhir ini. Ia sudah terlihat seperti yang ku kenal. Ia lebih menutup diri dan menghindariku. Aku merasa sangat sedih, dan lebih parahnya lagi ia tak peduli dengan yang kurasakan....